Jumat, 07 Juni 2013

Tentang Bahaya Ponsel di Pesawat

Larangan menyalakan ponsel di dalam pesawat wajib dipatuhi oleh setiap penumpang. Selain ada landasan Undang-undangnya, ada juga alasan lain mengapa ponsel jadi begitu berbahaya di pesawat.

Dijelaskan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, ponsel tidak hanya dapat mengirimkan atau menerima frekuensi radio, tetapi juga memancarkan radiasi tenaga listrik untuk menjangkau menara pemancar radio BTS yang kemampuannya sangat tergantung pada kualitas jaringan seluler tersebut.

"Dalam kondisi on, ponsel tetap dapat memancarkan sinyalnya terus menerus secara periodik meski pada jarak ketinggian tertentu. Selain itu ponsel tetap teregistrasi pada jaringannya dan akan tetap melakukan kontak dengan BTS terdekat," jelas Gatot, Jumat (7/6/2013).

Ponsel, televisi dan radio menurut otoritas penerbangan FAA dikatagorikan sebagai portable electronic devices (PED) yang berpotensi mengganggu peralatan komunikasi dan navigasi pesawat udara.

"Pasalnya, peralatan tersebut dirancang untuk mengirim dan menerima sinyal. Pada radio FM misalnya, oscilator frekuensi di dalam radio yang mendeteksi gelombang FM mengganggu secara langsung sinyal navigasi VHF pesawat udara," tambahnya.

Sehingga, ponsel yang dipakai di dalam pesawat udara tetap memiliki jangkauan transmisi.

Nah, saat pesawat terbang menambah jarak dan menjauhi BTS di darat, tenaga yang akan dihasilkan juga bertambah kuat, hingga dapat mencapai batas maksimum. Oleh karenanya, risiko adanya gangguan pun akan semakin besar.

"Apabila sistem komunikasi antara pilot di cockpit pesawat terbang dengan menara bandara terganggu, atau tidak jelas, maka komunikasi antar pesawat pun menjadi terganggu dan berpeluang mengakibatkan pilot salah membaca panel instrumen," sebut Gatot.

Bahkan, menjelang take-off dan landing justru merupakan fase kritis, karena jaringan akan menciptakan tenaga yang yang dihasilkan oleh ponsel pada tingkat tertentu karena jarak masih memadai untuk tetap tersambung dengan jaringannya.

"Mengingat fase kritis ini cukup tinggi kontribusinya terhadap berbagai kecelakaan pesawat udara, sehingga sangat wajar seandainya awak kabin selalu melarang penggunaan ponsel pada saat penumpang boarding atau sesudah pesawat landing," tandasnya.

Tersangka Pemerkosa Dikubur Hidup-hidup oleh Warga Bolivia

Potosi, - Seorang tersangka pemerkosa dan pembunuh di Bolivia mendapat ganjaran mengerikan akibat perbuatannya. Remaja putra tersebut dikubur hidup-hidup oleh warga yang marah atas perbuatannya.

Seperti diberitakan media Sky News, Jumat (7/6/2013), Santos Ramos telah diidentifikasi oleh kepolisian Bolivia sebagai tersangka utama dalam kematian Leandra Arias Janco. Sebelum dibunuh, wanita berumur 35 tahun itu juga diperkosa.

Lebih dari 200 orang warga main hakim sendiri setelah polisi mengidentifikasi Ramos sebagai tersangka pemerkosaan dan pembunuhan itu. Massa yang marah membawa paksa ABG berumur 17 tahun itu saat pemakaman korban yang berlangsung awal pekan ini. Mereka pun menguburkan hidup-hidup Ramos di samping jenazah korban.

Warga desa di Colquechaca, distrik Potosi, wilayah pegunungan di Bolivia selatan, kemudian memblokir jalanan sehingga polisi tak bisa mencapai daerah tersebut.

Seorang saksi mata menyebutkan, Ramos diikat oleh massa sebelum dilemparkan ke dalam liang lahad yang kemudian ditutup dengan tanah.

Aksi main hakim sendiri kerap terjadi di wilayah-wilayah pedesaan yang miskin di Bolivia. Di wilayah-wilayah tersebut, keberadaan polisi sangat jarang.

Microsoft sindir bagaimana mahalnya Samsung galaxy 4






Microsoft yang tak lain adalah kompetitornya, menyindir habis harga Samsung Galaxy S4 bila dibandingkan salah satu ponsel yang berbasis Windows Phone. Padahal diklaim Microsoft, fitur di sistem operasinya tak jauh berbeda dengan S4.

Di Indonesia Galaxy S4 dijual dengan harga sekitar Rp7,5 juta, hampir sama di berbagai belahan dunia yang dipasang USD750 untuk bisa menebusnya. Walau kebanyakan di negara barat, harga S4 dengan subsidi operator lebih memikat untuk dibeli.

Kamis, 06 Juni 2013

Pramugari Dipukul, Penumpang Bandel Nyalakan HP Bisa Didenda Rp 200 Juta

 Kasus pemukulan pramugari Sriwijaya Air Febriani (31) yang dilakukan Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi membuat miris. Bukan apa-apa, pemukulan itu dilakukan karena Zakaria ditegur untuk mematikan HP.

Apa yang dilakukan Febriani dengan meminta agar HP dimatikan sudah tepat. Tapi karena emosi, Zakaria malah kemudian melakukan pemukulan. 

Sebenarnya, menurut juru bicara Kemhub Bambang S Ervan penumpang yang bandel tak mau mematikan HP bisa didenda. Buka hanya itu saja, mereka juga bisa dipidana. 

"Ada UU penerbangan No 1/2009 tentang penerbangan yang bisa menyebabkan pelakunya dikenakan sanksi pidana dan denda," terang Bambang saat berincang, Kamis (6/6/2013). 

Dalam salah satu pasal disebut, penumpang pesawat terbang yang mengoperasikan peralatan elektronik selama dalam penerbangan sehingga mengganggu peralatan navigasi pesawat akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp200 juta.

"Alat-alat yang memancarkan sinyal laptop, HP, remote control, atau radio yang mengeluarkan sinyal," jelas Bambang.

Hanya saja di Indonesia, walau sosialisasi sudah dilakukan ada saja penumpang yang bandel. Walau sudah diumumkan agar mematikan HP, mereka tetap saja asyik menelepon atau SMS. Padahal, keselamatan penerbangan bisa terganggu.

"Contoh sound system, kalau ada sinyal HP suka bunyi kan? Nah ini HP bisa mengganggu alat navigasi, komunikasi dan lainnya. HP itu, walau tidak ada sinyal, dia akan tetap searcing," jelasnya.

Bambang memberi contoh, setahun lalu dia pulang dari tugas di luar negeri. Dia menggunakan maskapai asing, tapi saat hendak mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, pesawat itu naik lagi. Pilot mengumumkan ada penumpang pesawat yang menyalakan HP, untuk keselamatan pesawat harus naik lagi.

"Kalau dilihat ada 10 persen penumpang masih tidak sabar, suka aneh dengan menyalakan HP. Ini harus didisiplinkan," jelasnya.

Google Ingin Membuat Androidmu Lebih Terlihat "nexus" Dengan Applikasi Keyboard Terbaru

Nexus Keyboard


Jika gadged anda ber operating system 4.0 dan tidak puas dengan keyboard anda saat ini, bisa dijajal applikasi keyboard buatan google di play store.

kelebihan keyboard ini  dibandingkan dengan stock keyboard Samsung ataupun HTC, mempunyai database 26 bahasa yang memungkinkan keakuratan yang tinggi dalam memberi suggesti terhadap kata yang anda ketik.


Yandex Rusia , Hasil pencari yang berfocus pada tindak lanjut

Dengan dominasi Google  di ranah mesin pencarian, apa yang bisa diharapkan dari sebuah search engine, mungkin pencarian yang bersifat sosial, facebook graph mungkin sebuah jawaban.

Tapi ada term lain yang mungkin dibutuhkan dalam pencarian yaitu 'live', misalkan kita mencari hotel, kita juga ingin tau ketersedian kamar dan melakukan booking langsung, sepertinya mustahil untuk melalukan ini.

Yadex search engine berbasis di russia dengan market 60% di ranah pencarian russia, setiap bulanya tercatat  5 billion pencarian di yadex. Dengan konsep baru pencarian yang bisa take action membuat yadex terus tumbuh dan semakin go internasional.


berikut term pencarian dalam yadex



Logitech Mengakuisisi TT Desain Labs





Logitech mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi TT Desain Labs perusahaan berbasis di Chicago , startup kecil di belakang berdirinya TidyTilt dan pernah terlibat kasus dengan  iPhone yang membuatnya besar di Kickstarter pada akhir 2011.

Persyaratan kesepakatan itu tidak diungkapkan, Eric Kintz, Senior Vice President Logitech dan General Manager Logitech untuk Bisnis, menjelaskan bahwa, sebagai perusahaan yang terus  bermigrasi dari PC ke aksesoris ponsel, maka produk seperti TidyTilt  membawa desain dan teknologi bersama-sama.


"Kami merasa bahwa TidyTilt adalah produk yang benar-benar menarik yang memenuhi tren kami untuk berfokus pada ponsel," jelas Kintz. Dia melanjutkan untuk menunjukkan bahwa perusahaan sedang mencari proyek-proyek crowdfunded sebagai sumber baru yang potensial inovasi.